Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK DAN KOGNITIVISTIK DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN PAI

A. TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK 1. Pengertian Belajar Menurut Teori Behavioristik Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya pengalaman dan latihan dalam hubungan stimulus dan respon. 2. Faktor-faktor Pendukung Belajar Behavioristik a. Stimulus yaitu apa saja yang diberikan guru b. Respon yaitu apa saja yang dapat dihasilkan siswa. c. Reinforcement faktor penguatan . Penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. d. positive reinforcement yaitu penguatan ditambahkan maka respon akan semakin kuat. e. negative reinforcement yaitu bila penguatan dikurangi respon pun akan tetap dikuatkan. 3. Tokoh -tokoh aliaran Behavioristik a. Edward Lee Thorndike (1874-1949) b. John Broades Watson (1878-1958) c. Edwin Ray Guthrie (1886-1959) d. Burrhusm Frederic Skinner (1904-1990) 4. Teori Belajar Behavioristik a. Perubahan tingkah laku akibat dari kegiatan belajar itu dapat berujud kongkrit yaitu yang dapat diamati, ata...

MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN DALAM K13

A. 1. Pengertian Model Pembelajaran Menurut Joice & Wells, model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam implementasi pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk mencapat tujuan belajar Sedangkan menurut Arends dalam Trianto, model pembelajaran adalah suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. 2. Jenis-jenis Model Pembelajaran Berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun tentang Standar Proses, model pembelajaran yang diutamakan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah a. Model pembelajaran Inkuiri (Inquiry Based Learning), Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. b. Model pembelajaran Discovery (Discovery Learning), Model pembe...

KONSEP PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM 2013

A. Karakteristik Kurikulum 2013 1. Mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik. 2. Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana, selanjutnya peserta didik menerapkan ilmu yang di dapat dari sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar. 3. Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik, sehingga dapat menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat. 4. Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 5. Kompetensi tertuang dalam bentuk kompetensi inti kelas yang tercantun lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran. 6. Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, selanjutnya semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan, sehingga dapat mencapai kompet...

MODEL PEMBELAJARAN HUMANISTIK

a. Tulislah 5 konsep dan deskripsinya yang Anda temukan di dalam Bahan Ajar. 1. Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup anak didik. Dengan belajar anak didik melakukan perubahan-perubahan kualitatif, sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua aktivitas dan prestasi hidup anak didik lain adalah hasil dari belajar (Soemanto, 2006). 2. Tujuan belajar adalah: (1) Belajar bertujuan mengadakan perubahan dalam diri antara lain perubahan tingkah laku. (2) Belajar bertujuan mengubah kebiasaan yang buruk menjadi baik. (3) Belajar bertujuan mengubah sikap dari negatif menjadi positif, tidak hormat menjadi hormat, benci menjadi sayang dan sebagainya. (4) Dengan belajar dapat memiliki keterampilan. (5) Belajar bertujuan menambah pengetahuan dalam berbagai bidang ilmu (Syarifuddin, 2011). 3. Hal mendasar dalam pendidikan humanistik adalah keinginan untuk mewujudkan lingkungan belajar yang menjadikan peserta didik terbebas dari kompetisi yang hebat, kedisiplinan yang tinggi, dan ketaku...

Strategi Membangun Citra Merek di Swasta Lembaga Pendidikan Islam

1. PENDAHULUAN Pada awalnya istilah brand image digunakan dalam dunia industri dan sebagian besar terkait dengan suatu produk industri. Kemudian karena arus globalisasi, citra merek dimaknai sebagai representasi atau gambaran identitas atau wujud individu, objek atau organisasi/lembaga (Sutojo 2010). Sudut pandang lain yang dielaborasi oleh Sandra Oliver bahwa citra merek adalah praduga; anggapan yang muncul dalam diri konsumen ketika mengingat suatu produk tertentu (Oliver 2006). Pola pikir tersebut dapat terjadi dalam bentuk pemikiran atau kesan tertentu yang terkait dengan suatu merek atau produk. Bentuk pikiran seseorang kemudian dikonseptualisasikan berdasarkan klasifikasi yang tepat berdasarkan kapasitas, memori, dan keunikan produk tertentu. Jadi, jenis asumsi itu bisa berupa atribut, manfaat, dan sikap. Sedangkan yang dimaksud dengan membangun brand image adalah bagaimana membentuk cara pandang terhadap lembaga pendidikan baik secara eksternal maupun internal melalui kegiatan ...