Langsung ke konten utama

PROGRAM PKB GURU MI MA'ARIF ADITIRTA T.A : 2025/2026 — Laporan Pengembangan Diri. PKKM Online Mimato 2025

Program PKB Guru — Laporan Pengembangan Diri

Laporan pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) guru — MI Ma'arif Aditirta

Periode: Januari — Desember 2025 Lokasi: MI Ma'arif Aditirta, Pejagoan, Kebumen

A. Pengantar

Guru sebagai tenaga pendidik profesional tidak hanya puas dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) merupakan kewajiban untuk meningkatkan mutu layanan kepada peserta didik. Berdasarkan Permeneg PAN dan RB No. 16 Tahun 2009, PKB dilakukan melalui tiga komponen: (1) pelaksanaan pengembangan diri, (2) publikasi ilmiah, dan (3) penciptaan karya inovatif. Kegiatan pengembangan diri dapat berupa diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru, serta bernilai angka kredit untuk kebutuhan kenaikan pangkat.

B. Tujuan

  • Mendapatkan pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan pelayanan lebih baik kepada peserta didik.
  • Mengumpulkan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan.

BAB II — Pelaksanaan Pengembangan Diri

Dalam kurun waktu Januari 2025 sampai Desember 2025, penulis telah mengikuti 4 (empat) kegiatan pengembangan diri dengan rincian sebagai berikut:

Pengembangan Diri I: Pelatihan Guru Sasaran Implementasi Kurikulum Merdeka

Waktu Pelaksanaan

09 — 14 Juni 2025 — MI Ma'arif Aditirta, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen.

Jenis Kegiatan

Pelatihan Guru Sasaran Implementasi Kurikulum Merdeka (Kurikulum 2013) bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia jenjang MI.

Tujuan
  • Memahami rasional dan elemen perubahan Kurikulum Merdeka.
  • Memahami SKL, KI, dan KD serta strategi implementasi Kurikulum Merdeka.
  • Mendeskripsikan konsep pendekatan saintifik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
  • Mendeskripsikan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar.

Uraian Materi (Ringkasan)

  1. Rasional Pengembangan Kurikulum Merdeka
    Pengembangan kurikulum diperlukan untuk merespon tantangan internal (pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan, dinamika demografi) dan tantangan eksternal (globalisasi, kemajuan teknologi, fenomena sosial negatif).
  2. Memahami SKL, KI, KD
    Penjelasan tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD) serta rumusan dan struktur kurikulum jenjang menengah sesuai Peraturan Pemerintah.
  3. Pendekatan Saintifik
    Esensi pendekatan saintifik: proses pembelajaran menyerupai metode ilmiah (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan).
  4. Penilaian Autentik
    Penilaian komprehensif yang menilai input, proses, dan output; relevan dengan pendekatan saintifik; meliputi penilaian kinerja, portofolio, proyek, dan produk.

Manfaat

  • Memahami rasional dan elemen perubahan Kurikulum Merdeka.
  • Memahami SKL, KI, dan KD serta strategi implementasinya.
  • Mendeskripsikan pendekatan saintifik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
  • Mendeskripsikan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar.

Tindak Lanjut

Penulis diharapkan dapat menjelaskan dan membantu rekan guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka, termasuk: rasional, empat elemen perubahan (SKL, SI, Standar Proses, Standar Penilaian), keterkaitan SKL-KI-KD, dan konsep pendekatan saintifik.

Dampak

  • Peningkatan kesadaran pentingnya kurikulum bagi peningkatan mutu pendidikan.
  • Mampu membantu pencapaian implementasi Kurikulum 2013 kepada rekan sejawat.

Pengembangan Diri II: Pelatihan Pengembangan Model Pembelajaran

(Ringkasan dan detail kegiatan Pengembangan Diri II sampai IV dapat dilengkapi sesuai data sertifikat dan materi diklat yang tersedia.)

Karakteristik Penilaian pada Kurikulum Merdeka (Ringkasan)

  1. Belajar Tuntas: Peserta didik menyelesaikan tugas setelah mencapai ketuntasan; waktu belajar bersifat variatif.
  2. Otentik: Penilaian merefleksikan masalah dunia nyata dan menilai kompetensi secara holistik.
  3. Berkesinambungan: Penilaian dilakukan terus menerus untuk memantau perkembangan peserta didik.
  4. Berdasarkan Acuan Kriteria: Pembandingan berdasarkan kriteria yang ditetapkan, bukan antar kelompok.
  5. Teknik Penilaian Variatif: Tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, proyek, pengamatan, penilaian diri.

Penutup

Pengembangan diri ini sangat baik dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan. Setelah mengikuti workshop/diklat, terdapat tambahan ilmu yang signifikan untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Kami berharap penyelenggaraan diklat dapat terus dilakukan oleh Pemerintah/LPMP/Dinas Pendidikan/MGMP agar guru dapat mengembangkan dirinya secara maksimal.

Aditirta, 14 Juli 2025
H. Darlin, S.Pd.I.
NIP. 196602021989031003

Lampiran

  • Fotokopi surat keterangan / sertifikat
  • Surat tugas dan/atau persetujuan Kepala Sekolah
  • Materi diklat
Dokumen ini disusun untuk keperluan pelaporan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru — MI Ma'arif Aditirta. Silakan hubungi pihak sekolah untuk verifikasi data dan lampiran asli.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Oyek

Apa itu Oyek? Oyek adalah sjenis makanan khas Jawa yang terbuat dari ketela pohon/ubi kayu/singkong.bentuk oyek adalah butiran bulat sebesar kacang ijo yang berwarna coklat kekuning-kuningan. gambar oyek Cara membuat Oyek: • Singkong dikupas/dibersihkan lalu dipotong-potong kemudian direndam memakai air bersih selama 3 hari. • Dalam perendaman air harus diganti kalau sudah berbusa dengan air bersih.hal ini dimaksudkan untuk membersihkan/menetralkan kandumgan racun yang ada dalam singkong tersebut.Penggantian air kurang lebih 2 kali selama perendaman. • Setelah potongan-potongan singkong tadi sudah lapuk atau empuk angkat dari perendaman bilas dengan air bersih lalu tiriskan. • Langkah selanjutnya dibuat tepung dengan cara ditumbuk(jaman dulu)/digiling untuk menjadi tepung. gambar menumbuk oyek • Sesudah menjadi tepung di interi (digoyang goyang) menggunakan tampah/nampan yang terbuat dari bambu,supaya...

PETUGAS BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DAN MADRASAH DAN SYARAT-SYARATNYA

BAB VI PETUGAS BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DAN MADRASAH DAN SYARAT-SYARATNYA A. Petugas Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah Secara umum dikenal dua type petugas bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah, yaitu type professional dan nonprofessional. Petugas bimbingan dan konseling professional adalah mereka yang direkrut atau diangkat atas dasar kepemilikan ijazah atau latar belakang pendidikan profesi dan melaksanakan tugas khusus sebagai guru BK (tidak mengajar). Petugas bimbingan dan konseling professional rekrut atau diangkat sesuai klasifikasi keilmuannya dan latar belakang pendidikan seperti Diploma II, III atau Sarjana Strata Satu (S1), S2, dan S3 jurusan bimbingan dan konseling. Petugas bimbingan professional mencurahkan sepenuh waktunya pada pelayanan bimbingan dan konseling (tidak mengajarkan materi pelajaran) atau disebut juga full time guidance and conseling. Tenaga professional bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah bias lebih dari satu or...

Sistematika Pembuatan Soal - Asesmen Sumatif Akhir Semester (MI) oleh Muhamad Muhlasin, S.Pd.I

Sistematika Pembuatan Soal - Asesmen Sumatif Akhir Semester (MI) Sistematika Pembuatan Soal MI Isi teks atau tabel soal di sini... Sistematika Pembuatan Soal Asesmen Sumatif Akhir Semester — Madrasah Ibtidaiyah (MI) A. Identitas Soal Nama Madrasah : ................................................... Mata Pelajaran : ................................................... Kelas / Semester : ................................................... Tahun Pelajaran : ................................................... Jenis Penilaian : Asesmen Sumatif Akhir Semester Alokasi Waktu : ................................................... Jumlah Soal : ................................................... B. Landasan Penyusunan Kurikulum: Kurikulum Merdeka (mengacu pada KMA No. 240 Tahun 2024). Sumber Rujukan: Buku teks Kemenag, buku guru, buku siswa, serta bahan aj...