Langsung ke konten utama

Perbedaan manajer dengan pemimpin

Perbedaan manajer dengan pemimpin Jika anda di tanya, anda memilih mana, menjadi manajer atau pemimpin (leader), saya yakin jawaban dari sebagian besar anda adalah ingin menjadi pemimpin, karena pemimpin atau leader dianggap lebih dominan dan bergengsi, hal itu tidak salah, namun taukah anda apakah perbedaan manajer dengan leader ???? pertama, dalam hal perencanaan manajer akan merencanakan sesuatu berdasarkan hal-hal yang sifatnya prosedural, teknis, terarah, tegas, dan tidak bertele-tele namun jika pemimpin tidak merencanakan sesuatu karena pemimpin tidak merancang rencana prosedural, pemimpin lebih memiliki visi atau pandangan dalam perencanaannya kedua, dalam hal pengaruh manajer memiliki pengaruh hanya dalam batasan formal, yang artinya dia akan memiliki pengaruh ketika dia secara formal diberikan jabatan seorang manajer kalau pemimpin memiliki pengaruh luas, kharismatik, dan energik dalam berpikir, bahkan ketika pemimpin itu sudah tidak jadi pemimpin lagi, pendapat-pendapatnya akan tetap di pertimbangkan dan diutamakan ketiga, dalam mengatur sumber daya manusia di organisasinya Manajer akan memilih untuk memberikan perintah ini dan itu ketimbang menunggu anak buahnya melakukan sesuatu untuknya, misalnya manajer akan cenderung selalu memberikan tugas ini itu dan sebagainya, tugas itu biasanya terkesan menuntut jika pemimpin justru akan memberikan kekuatan wewenangnya untuk memberdayakan (empowering) anak buahnya, biasanya pemimpin akan menjelaskan keinginan yang berkaitan dengan organisasi dengan anak buahnya, tanpa menjelaskan bagaimana, apa, dan siapa yang harus merealisasikannya, namun justru anak buahnya akan dengan senang hati merealisasikannya untuknya keempat, dalam mengontrol organisasi dan anak buahnya Sang manajer akan cenderung malas untuk memberikan perhatian moral dalam mengontrol anak buahnya, namun justru lebih sering memberikan control yang sifatnya prosedural, seperti memberikan sanksi untuk memotivasi anak buahnya yang sudah menunjukkan gejala penurunan performa hal ini berbeda dengan sang pemimpin, karena pemimpin(leader) justru akan memberikan kepedulian kepada anak buahnya jika performa anak buahnya menurun. kelima, dalam hal tujuan yang ingin dicapai manajer memiliki tujuan yang jelas dan memiliki target kuantitatif, yaitu mendapatkan hasil yang sudah digariskan perusahaan atau organisasi miliknya namun pemimpin akan lebih suka memperbaiki sistem di organisasinya yang ia rasakan kurang atau belum sempurna nah, itulah kelima hal yang menjadi perbedaan bagi manajer dengan leader(pemimpin) tentunya kelima hal itu tidak mutlak, karena saya menuliskannya tanpa melakukan metodologi ilmiah, hanya mengira-ngira, mengingat-ingat teori, dan memperhatikan lingkungan sekitar baiklah seandainya anda setuju dengan lima hal diatas, bertanya kembalilah kepada diri anda, masihkah anda mau menjadi pemimpin atau (hanya) menjadi manajer dan mampukah anda mewujudkan keinginan anda untuk menjadi manajer atau pemimpin ???? semua kembali kepada anda Membuat perkiraan dan aturan dengan : 1.Menetapkan sasaran operasional 2.Membuat rencana tindakan dengan jadwal 3.Mengalokasikan sumberdaya 4.Mengorganisasi dan menugaskan orang dalam struktur organisasi 5.Memantau hasil dan menyelesaikan masalah PEMIMPIN Berusaha membuat perubahan dalam organisasi dengan : 1.Menyusun visi masa depan dengan strategi 2.Mengkomunikasikan dan menjelaskan visi 3.Memotivasi dan memberikan inspirasi kpd orang lain untuk mencapai visi Persamaan leader dan manager: peran mereka sama seperti dikemukakan oleh Mintzberg (antar pribadi, pemrosesan informasi, dan pengambilan keputusan) , namun ketrampilan yang diperlukan berbeda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Oyek

Apa itu Oyek? Oyek adalah sjenis makanan khas Jawa yang terbuat dari ketela pohon/ubi kayu/singkong.bentuk oyek adalah butiran bulat sebesar kacang ijo yang berwarna coklat kekuning-kuningan. gambar oyek Cara membuat Oyek: • Singkong dikupas/dibersihkan lalu dipotong-potong kemudian direndam memakai air bersih selama 3 hari. • Dalam perendaman air harus diganti kalau sudah berbusa dengan air bersih.hal ini dimaksudkan untuk membersihkan/menetralkan kandumgan racun yang ada dalam singkong tersebut.Penggantian air kurang lebih 2 kali selama perendaman. • Setelah potongan-potongan singkong tadi sudah lapuk atau empuk angkat dari perendaman bilas dengan air bersih lalu tiriskan. • Langkah selanjutnya dibuat tepung dengan cara ditumbuk(jaman dulu)/digiling untuk menjadi tepung. gambar menumbuk oyek • Sesudah menjadi tepung di interi (digoyang goyang) menggunakan tampah/nampan yang terbuat dari bambu,supaya...

SKL SK & KD SKI MI

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) STANDAR KOMPETENSI (SK) & KOMPETENSI DASAR (KD) MATA PELAJARAN: SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM ( SKI ) KELAS III - VI SEMESTER 1 & 2 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL), STANDAR KOMPETENSI (SK) & KOMPETENSI DASAR (KD) MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM MADRASAH IBTIDAIYAH A.     Latar Belakang Di   dalam   UU   No.   20/2003   tentang   Sistem   Pendidikan   Nasional,   dinyatakan   bahwa   pendidikan   nasional   berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk ...

PETUGAS BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DAN MADRASAH DAN SYARAT-SYARATNYA

BAB VI PETUGAS BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DAN MADRASAH DAN SYARAT-SYARATNYA A. Petugas Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah Secara umum dikenal dua type petugas bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah, yaitu type professional dan nonprofessional. Petugas bimbingan dan konseling professional adalah mereka yang direkrut atau diangkat atas dasar kepemilikan ijazah atau latar belakang pendidikan profesi dan melaksanakan tugas khusus sebagai guru BK (tidak mengajar). Petugas bimbingan dan konseling professional rekrut atau diangkat sesuai klasifikasi keilmuannya dan latar belakang pendidikan seperti Diploma II, III atau Sarjana Strata Satu (S1), S2, dan S3 jurusan bimbingan dan konseling. Petugas bimbingan professional mencurahkan sepenuh waktunya pada pelayanan bimbingan dan konseling (tidak mengajarkan materi pelajaran) atau disebut juga full time guidance and conseling. Tenaga professional bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah bias lebih dari satu or...